Perampokan Dalam Bingkai Bentrok Suporter

Bentrok Suporter sebagai bingkai dalam perampokan

Bentrok Suporter, terdapat berita bola terbaru bahwa dua orang suporter Aremania meninggal dunia dalam bentrok yang diduga  “Bentrok Suporter“. Sebelumnya Dewa Bola mengucapkan belasungkawa terhadap seluruh keluarga besar Aremania terutama keluarga kedua korban. Berdasarkan terawangan Dewa Bola ini bukan sekedar  Bentrok Suporter seperti diberitakan media lain.

Pertama, apa itu Bonek? apa itu Aremania? Kedua, Siapa mereka? Siapa Aremania? Siapa Bonek? Kenyataannya siapa pun dapat menjadi Bonek dan siapa pun dapat menjadi Aremania. Pengalaman Dewa Bola membuktikan bahwa, seorang tukang parkir pinggir jalan dapat segera berubah menjadi Bonek atau Aremania dalam waktu semenit. Yaitu 30 detik  dia pakai syal atau kaos Surabaya United maka dia Bonek, kemudian 30 detik lagi dia pakai kaos Arema maka dia Aremania.

Sebab itulah suporter sepak bola, bukan semacam gugus pramuka beratribut lengkap yang memiliki etika tertentu. Siapa pun dapat menjadi Bonek atau seperti Bonek dan siapa pun dapat menjadi Aremania atau seperti Aremania.

Jika melihat kronologi bahwa para Suporter Bonek yang menyerang berteriak:

“Iki Arema, Iki Arema,” teriak para bonek saat melihat rombongan suporter Arema Malang seperti yang ditirukan petugas SPBU Jatikusuma, yang menolak menyebutkan namannya.

Tetapi setelah berteriak, para Bonek tersebut langsung melakukan penganiayaan, pengrusakan dan penjarahan barang milik rombongan Arema. Hal ini terjadi sebanyak dua kali di tempat berbeda. Seperti para Bonek langsung masuk dalam bus rombongan pendukung Arema kemudian dengan paksa meminta dompet dan handphone tim pendukung Arema. Mereka yang melakukan perlawanan atau terlihat “songong” mendapatkan penganiayaan hingga meninggal dunia.

Bahwasanya sudah ada dalam pepatah Jawa yang berbunyi “Aji Mumpung” dan dalam pepatah melayu kuno “Sambil Menyelam Minum Air”. Sebab ini adalah sebuah kerusuhan massa di tengah acara sepakbola maka aksi perampokan disertai pembunuhan itu tidak terbingkai demikian. Aksi itu bukan dilihat sebagai perampokan disertai pembunuhan tetapi “Bentrok Suporter”.

Di tengah kelabilan harga rupiah terhadap dollar dan kesemrawutan ekonomi, maka sekelompok Bonek tersebut mengerti dan memanfaatkan situasi. Pelakunya pun banyak, mereka memahami bahwa Perampokan tentu aman dalam bingkai “Kerusuhan Bentrok Suporter”. Tentu yang dirugikan atas kejadian ini adalah kelompok Bonek atau Aremania yang memakai atribut dan meneriakan yel-yel semata karena motif terhadap sepak bola bukan perampokan.

Anak sekolahan saja sering malak dengan awalnya meneriaki seseorang karena dia dari sekolah musuh tawuran, dengan demikian dia meminta uang dan barang lainnya. Padahal seringkali pemalak tersebut sebenarnya bukan dari sekolah musuh tawuran tersebut.

Disisi lain Bentrok Suporter ini bukan semata karena kebencian seperti yang sering diberitakan media lainnya tetapi sarana “melepas stress bagi sebagian orang”. Sebab di kondisi seperti ini banyak pemuda yang tertekan dapat berbuat seenaknya. Jika kita melihat tujuan dari segala kejadian tersebut sebenarnya sederhana, yaitu lihat tindakan akhirnya yaitu “Perampokan“. Seseorang menyiapkan kail dan umpan baru disebut “hendak pergi memancing” jika dia akhirnya memakai kail dan umpan di kolam pancing. Dewa Bola sebagai media massa yang menerawang dunia bola berusaha untuk memberikan perspektif berbeda – tidak seperti media lainnya.

 

(Rating 4.5 dari Total 2 User Vote)
Perampokan Dalam Bingkai Bentrok Suporter reviewed on December 19, 2015 by rated 5.0 of 5
 

Tags: , , ,

About the author: Daikokuten

 

 

Recent posts in Serba Serbi

 

No Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

 

 
 

Agen Bola Terbaik Terpercaya Armani88

 
 

Livescore Terbaru & Jadwal Pertandingan

 
 

Prediksi Bola Hari Ini